Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

14 Soal (Pilgan) Hukum Pidana Lengkap Jawaban

Latihan Soal PG Bab Hukum Pidana

1. Sistem sanksinya hanya meliputi pidana (straf, punishment) yang bersifat penderitaan saja sebagai bentuk penghukuman merupakan termasuk sifat pemidanaan dengan sistem..
A. Multri Track Sistem
B. Triple Track System
C. Double Track System
D. Single Track System

Jawaban:
D. Single Track System


2. Jika ditinjau dari sudut teori-teori pemidanaan, maka sanksi tindakan merupakan ....
A. Berorientasi pada ide pengenaan sanksi terhadap pelaku suatu perbuatan Aliran klasik
B. Berorientasi pada ide pengenaan sanksi terhadap pelaku suatu perbuatan Aliran Kantianisme
C. Memberi penderitaan istimewa
D. Sanksi yang tidak membalas

Jawaban:
D. Sanksi yang tidak membalas


3. Hal-hal yang menghapuskan hak negara untuk menuntut dan menjalankan pidana (Vervel van het recht tot strafvordering en van de straf) diatur dalam…
A. Bab VIII Buku IV KUHP
B. Bab VIII Buku III KUHP
C. Bab VIII Buku I KUHP
D. Bab VIII bukui II IKUHP

Jawaban:
C. Bab VIII Buku I KUHP


4. Kewenangan menjalankan pidana hapus jika terpidana meninggal dunia, dalam KUHP diatur dalam Pasal .....
A. 81
B. 82
C. 83
D. 84

Jawaban:
C. 83


5. Percobaan melakukan kejahatan diatur dalam KUHP pada .......
A. Buku I tentang Aturan Umum, Bab IV Pasal 51 dan 54 KUHP
B. Buku II tentang Aturan Umum, Bab IV Pasal 52 dan 54 KUHP
C. Buku I tentang Aturan Umum, Bab IV Pasal 53 dan 54 KUHP
D. Buku II tentang Aturan Umum, Bab IV Pasal 54 dan 55 KUHP

Jawaban:
C. Buku I tentang Aturan Umum, Bab IV Pasal 53 dan 54 KUHP


6. Teori yang menitik beratkan sifat berbahayanya perbuatan itu terhadap tata hukum adalah ...
A. Teori Subyektif
B. Teori obyektif materiil
C. Teori obyektif formil
D. Teori gabungan

Jawaban:
C. Teori obyektif formil


7. Turut sertanya seorang atau lebih pada waktu seorang lain melakukan suatu tindak pidana. Dalam hukum pidana dikenal dengan istilah..
A. Reus Actus
B. Mean Rea
C. Pogging
D. Delmeening

Jawaban:
D. Delmeening


8. Apabila tindak pidana yang lebih awal telah diputus dengan mempidana pada si pembuat oleh hakin dengan putusan yang telah menjadi tetap, maka di sini terdapat pengulangan. Pada pemidanaan si pembuat karena tindak pidana yang kedua ini terjadi pengulangan, dan di sini terdapat pemberatan pidana dengan sepertiganya merupakan salah satu kemungkinan yang terjadi sehubungan dengan lebih dari satu tindak pidana yang dilakukan oleh satu orang, hal tersebut dikemukakan oleh ahli hukum pidana yang bernama ....
A. Remmelink
B. Van Hattum
C. Moeljatno
D. Utrecht

Jawaban:
D. Utrecht


9. Gabungan tindak pidana disebut dengan istilah ....
A. Concursus realis
B. Concursus idealis
C. Recidive
D. Samenloop

Jawaban:
D. Samenloop


10. Apa yang dimaksud dengan hukum pidana?
A. Hukum yang mengatur perdata
B. Hukum yang mengatur tata negara
C. Hukum yang mengatur tindak pidana
D. Hukum yang mengatur lingkungan hidup

Jawaban: 
C. Hukum yang mengatur tindak pidana


11. Tindak pidana dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu:
A. Pidana ringan dan pidana berat
B. Pidana pokok dan pidana tambahan
C. Pidana materiil dan pidana formil
D. Pidana umum dan pidana khusus

Jawaban: 
C. Pidana materiil dan pidana formil


12. Seseorang yang melakukan tindak pidana disebut sebagai:
A. Tersangka
B. Saksi
C. Terdakwa
D. Pelapor

Jawaban: 
A. Tersangka


13. Pidana penjara seumur hidup dapat dijatuhkan kepada terdakwa yang melakukan tindak pidana:
A. Pencurian
B. Penggelapan
C. Pembunuhan
D. Pemalsuan

Jawaban: 
C. Pembunuhan


14. Tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian diatur dalam pasal berapa KUHP?
A. Pasal 351
B. Pasal 356
C. Pasal 338
D. Pasal 340

Jawaban: 
C. Pasal 338